Rancangkapti di Selat Bali

Kopi Ireng. Plakat bertuliskan nama kedai kopi itu berdiri tegak di tepi jalanan menanjak. Sama seperti kemarin, basah oleh hujan deras semalaman tadi. Pagi ini, mobil angkut membawaku ke tempat tujuan yang sama di atas gunung Bandung. Dua ibu sedang duduk di sebelahku, menjaga anak-anak mereka yang lelap oleh dinginnya hari.

Sebuah plakat lain menyembul di jendela sebelah kanan. Kali ini ia bertuliskan SDN Ciburial. Ah, suatu hari mungkin aku cukup ingatan untuk menceritakan kepada kalian tentang nama desa : Ciburial. Nama yang di sana tertimbun sejarah purba di atas gunung. Tentang kelok sungai yang ada di antara tebing-tebingnya. Ciburial memendam sahaja atas dongeng manusia prasejarah yang kaya akan senjata berburu.

Tapi itu dongeng yang berbeda dari isi buku bacaan yang hendak kulanjutkan di jok mobil angkut ini. Centhini mengusik kembali keingintahuanku akan pengembaraan Rancangkapti yang sempat terhenti oleh kemerduan cemara gunung di Ciburial. Aku tergelitik oleh dialog kanak-kanak Rancangkapti di sisi tebing Selat Bali.

“Buras, ambilkan golekan temantenku!”
“Wah, celaka! Tadi ketinggalan di jurang, di tempat kita istirahat pada malam bulan purnama.”

“Kalau begitu, ayo cepat kembali ke sana, ambil! Tidak, berikan saja aku mainan pasaran dan congklak-ku!”
“Wah, celaka lagi! Congklak dan pasaran Tuan Putri telah digondol Yuyu Kangkang ketika si cantik Rara Sukci sedang mendongengkan perang hasrat di balai kembang apungnya tadi.”
“Betapa teledornya kamu!”

“Tapi untuk menghibur Tuan Putri, ini dua keping tembaga Cina yang diberikan si Cantik kepadaku tadi saat berpisah. Ia berkata bahwa membeli semua yang diincar hatiku tidak akan menghabiskan uang ini. Nih, kuberikan kepada Tuan.”

“Buras yang malang! Kamu percaya tho pada takhayul seperti itu. Mungkinkah kecantikan wanita petapa itu telah menguras akal warasmu?”

(Elizabeth D. Inandiak, 2015:74)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s