Cukup Satu Kejadian

Lampu bioskop dimatikan, sementara aku masih bergegas menuju nomor kursiku. Di atas, lampu sorot mulai memutar film Negeri Van Oranje. Di belakangku, lelaki membuntuti memintaku berhati-hati dalam temaram.

Menit ke sekian, film sudah berputar setengah jalan. Beruntung kupikir, aku belum terlalu bosan. Hanya lapar yang kuganjal dengan dua bungkus gula-gula susu.

Dari dulu, aku paling tak bisa menghafal nama orang.

Sial! Kenapa aku merasa tersindir? Dialog film baru saja membuat hatiku panas.

Aku mengingat orang karena apa yang sudah mereka lakukan buatku. Cukup satu kejadian saja, dan aku mengingat mereka dengan yang satu tadi.

Kerdil, pikirku. Sama kerdilnya denganku. Orang yang punya dunia, tapi hanya ingin mengingat sedikit hal. Remeh, tapi menyenangkan untuk dilakukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s