Ingatan saat Mandi

Mandi dan telanjang, si perempuan senandungkan suara sumbang. Gelombangnya terpantul oleh keramik dinding kamar mandi yang hangat karena air panas. Rambut basah menjuntai sampai tulang punggungnya. Di bawah pancuran logam, ia biarkan waktu melempar jangkar hingga enggan beranjak.

Cicak di balik pintu berputar balik ke langit-langit. Senandung sumbang hilang berganti irama rintik air pancuran. Pemiliknya terdiam, merajut ingatan, menikmat cucuran air di kepalanya.

Kamu hanya anak-anak, perempuan yang lincah tak tahu diri. Memasuki pekarangan hari-hariku tanpa permisi. Lantas gimana aku bisa tenang saja melepasmu keluar pagar sana?

Si perempuan terkekeh jahat setelah ingatan pada ucapan lelaki baru saja. Ia puas telah mengacak-acak pekarangan seseorang, meninggalkan bekas rayu di mana-mana.

Si perempuan bergumam sendiri, “Tahu rasa. Mana boleh kamu cuma diam di sana.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s